5 Film Biografi Orang Jenius yang Terkenal di Tiap Negaranya

Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari film layar lebar. Fakta bahwa orang cenderung lebih mudah mendapatkan informasi dari sesuatu yang bersifat visual ketimbang audio merupakan salah satu pendorong utama diproduksinya film dokumenter dan juga film berbasis biografi. Selain berfungsi sebagai sarana rekreasi, film sejenis  mempermudah disampaikannya informasi dengan kualitas tertentu terhadap masyarakat luas.

Fakta bahwa film dokumenter maupun biografi berasal dari kisah nyata membuat keduanya lebih menarik. Hal ini bukan berarti bahwa pemirsa tidak lagi berkenan mengapresiasi film yang tidak berbasis dari kisah nyata. Bukan berarti pula bahwa film komersil konvensional masih dinilai menyajikan realita palsu di benak segelintir orang. Salah satu faktor yang membuat film berbasis kisah nyata laris adalah karena relevansinya dengan hidup pencintanya.

Dari sekian banyak film biografi yang diangkat ke layar lebar, beberapa di antaranya mengisahkan sosok manusia jenius dengan berbagai kepelikan yang mereka alami selama hidup. Berikut adalah daftar film yang diangkat dari kisah hidup seorang jenius yang bakal menginspirasi para penontonnya.

1. The Man who Knows Infinity

Tidak ada yang mengenal kejeniusan seorang pria miskin dari Madras, India yang bernama Srinivasa Ramanujan. Ia tidak menjalani pendidikan formal, namun berhasil menuntaskan persoalan yang membuat para pakar matematika ternama dunia tak berkutik. Awalnya pria ini hanyalah pegawai biasa yang punya hobi mengutak-atik persoalan matematika yang dipelajarinya secara otodidak. Atas usulan seorang teman kerjanya, Ramanujan pun mengirimkan surat ke sejumlah matematikawan ternama di dunia; salah satunya sampai ke tangan G.H. Hardy, seorang matematikawan di University of Cambridge. Hardy mengundangnya ke Inggris untuk menjelaskan solusi yang ia berikan seraya menawarkan kerja sama lebih lanjut. Hingga film ini berakhir, The Man who Knows Infinity menceritakan konflik personal dan kultural antara dua orang yang berbeda latar belakang sosial budayanya itu; serta rasa depresi yang menghinggapi Hardy karena melihat seorang jenius seperti Ramanujan memilih hidup sebagaimana manusia biasa.

2. The Beautiful Mind

Film ini diadopsi dari buku dengan judul sama yang ditulis oleh Sylvia Nassaar. The Beautiful Mind menceritakan sosok John F. Nash, Jr., seorang pria eksentrik namun dikenal jenius oleh rekan-rekannya, dan akhirnya mendapatkan penghargaan Nobel Ekonomi di tahun 1994 berkat kiprahnya di kancah teori permainan. Namun, film ini tidak serta merta menawarkan kisah hambar. Hidup John F. Nash, Jr. penuh kegetiran karena mengidap schizophrenia sehingga ia dinyatakan gila dan hidup terlunta-lunta tanpa tujuan meski ia telah diangkat menjadi dosen matematika di perguruan tinggi sekelas MIT. Salah satu lulusan terbaik Princeton University ini harus rela dianggap gila dan menjalani perawatan di RS jiwa karena penyakitnya itu. Sejumlah pihak bahkan mempertanyakan kredibilitas Komite Nobel karena memberikan penghargaan bergengsi tersebut pada orang dengan sejarah psikologis seperti Nash, Jr.

3. The Imitation Game

Dibintangi Benedict Cumberbatch, The Imitation Game menyajikan kisah hidup Alan Turing, yang secara praktis dikenal sebagai bapak pencipta komputer. Pria jenius ini ‘memulai’ debutnya pada tahun 1939 dengan membobol kode rahasia Nazi atas permintaan Dinas Intelijen Inggris alias MI6. Kejeniusan Alan Turing semakin dikenal setelah berhasil menghancurkan Enigma, yang bagi sebagian besar orang dinilai tak mungkin bisa ditembus. Tapi, kisah Alan Turing tidak semulus pembobolan Enigma. Pemerintah Inggris lewat MI6 menyatakan bahwa Alan Turing adalah seorang pengidap homoseksual, suatu kondisi psikologis yang pada masa itu dipandang sebagai hal yang memalukan dan melanggar hukum. Dalam kehidupan nyata, ia dipenjara dan meninggal karena bunuh diri.

4. Pirates of Silicon Valley

Bagi Anda yang merindukan sosok jenius Steve Jobs dan ingin mengerti kisah hidupnya hingga ia berhasil mendirikan Apple, Inc., maka Pirates of Silicon Valley merupakan film yang bisa Anda jadikan rujukan. Film ini termasuk yang paling awal memotret kehidupan Steve Jobs dan diproduksi sebelum tahun 2000an. Dengan menonton film ini, pemirsa akan mengerti betapa sulitnya menjadi seorang Steve Jobs yang mengalami krisis identitas semenjak usia belia dan melakukan berbagai pengembaraan guna menemukan jati dirinya yang sesungguhnya. Di saat yang sama, ia harus berkutat dengan kepentingan dan ambisi pribadinya untuk memajukan bisnis yang ia canangkan bersama Wozniak. Pirates of Silicon Valley juga memperlihatkan perseteruan antara Steve Jobs dan Bill Gates, yang notabene merupakan persaingan sengit antara Apple, Inc. dan Microsoft.

5. Habibie Ainun

Orang jenius tidak hanya mereka yang berasal dari ras Kaukasia dan kulit putih. Jika India memiliki Ramanujan dan Chandrasekhar, maka Indonesia memiliki seorang jenius pula untuk dibanggakan, yakni Baharuddin Jusuf Habibie alias B.J. Habibie. Menjalani pendidikan di Jerman, Habibie muda berhasil menemukan sejumlah teori yang dipatenkan di bidang aviasi. Kejeniusannya itulah yang mendorong pemerintah Indonesia memanggilnya pulang dan berbakti untuk negeri. Ia pun dikenal di dalam negeri sebagai sosok yang menciptakan sejumlah seri pesawat terbang untuk kepentingan nasional. Di saat yang sama, karir politiknya meningkat mulai dari menjadi menteri hingga menjabat sebagai Wakil Presiden Soeharto menjelang pengunduran dirinya setelah 32 tahun berkuasa. Kisah B.J. Habibie ini diabadikan dalam film Habibie Ainun yang dibuat guna mengenang wafatnya istri tercinta, Hasri Ainun Habibie.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.