Film Kuntilanak (2018): Versi Film yang Lebih Baik, Lucu dan Tidak Berlebihan dari sebelumnya

Kuntilanak merupakan salah satu HANTU yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Lho? Kok Populer? Maksud admin populer karena sering kali orang-orang melihat penampakan hantu tersebut. Uhh menyeramkan sekali bukan? Well, admin kali ini tidak akan membahas sosok hantu wanita berambut panjang dan berpakaian serba putih tersebut, jadi jangan khawatir hehe…

Kuntilanak (2018)

Admin kali ini akan me REVIEW sedikit mengenai film Kuntilanak (2018) yang belum lama tayang di bioskop – bioskop sekitar Indonesia.

Apakah diantara kalian ada yang mengenal sosok pria bernama Rizal Mantovani? Si jenius yang satu ini merupakan Sutradara favorit dalam pembuatan film horror, khususnya film KUNTILANAK. Mungkin dia sudah jatuh hati dengan pembuatan film kuntilanak? Well, siapa tahu? Film Kuntilanak yang dibuat oleh MVP Pictures hingga 3 Seri tersebut, semua nya di sutradarai oleh Rizal Mantovani.

Rizal Mantovani

Rizal Mantovani sendiri memulai debut nya pada film horor Jelangkung (2001), dan Kali ini, Rizal balik lagi mengarahkan salah satu film hantu populer di Indonesia yaitu Kuntilanak (2018). Sebelum itu, film Kuntilanak (2018) tidak ada sangkut pautnya dengan seri film Kuntilanak sebelumnya, seperti  Kuntilanak (2006), Kuntilanak 2 (2007) dan Kuntilanak 3 (2008).  Film Kuntilanak (2018) memiliki nuansa yang sangat berbeda sekali.

Sebelumnya, film kuntilanak dipernakan oleh pemeran utama bernama Julie Estelle sebagai Samantha yang punya kemampuan khusus buat memanggil kuntilanak. Namun pada versi Kuntilanak (2018), kisah nya berfokus pada 5 anak kecil pemberani yang nekat mengeksplor rumah terbengkalai demi memenangkan sebuah sayembara reality show untuk membuktikan kebenaran adanya Kuntilanak yang suka menculik anak kecil.

Kresna, Dinda, Panji, Miko , dan Ambar

5 anak kecil tersebut yang bernama Kresna (Andryan Sulaiman Bima), Dinda (Sandrinna Michelle Skornikci), Panji (Adlu Fahrezy), Miko (Ali Fikri), dan si bungsu Ambar (Ciara Brosnan), telah di tinggal oleh ibu tiri mereka, Donna (Nena Rosier) pergi ke San Fransisco (rupanya mereka anak kaya) selama 3 minggu. Namun, selama kepergian Donna, mereka ber lima di asuh dan dijaga oleh keponakan Donna yang bernama Lydia (Aurelie Moeremans). 

Langsung saja kalian lihat trailer nya di bawah ini:

Bagaimana menurut kalian trailer film Kuntilanak yang satu ini? Tidak terlihat berlebihan bukan? Malah ada kesan menarik nya dari video trailer tersebut dan membuat kita menjadi penasaran dan ingin menonton nya.

Biasanya, pada film-film Kuntilanak sebelumnya hampir disetiap trailer mereka memiliki kesan yang “Berat” alias tampak terlalu diperlihatkan sosok hantunya di setiap saat. Well, karena film kuntilanak sebelumnya lahir pada tahun – tahun dimana teknologi sedang dalam masa perkembangan. Tidak seperti saat ini, film-film Indonesia juga semakin berkembang, terutama pada efek maupun CGI nya.

 

Dalam film Kuntilanak ini,  Rizal nampanya sedikit terinspirasi dari gaya film populer asal barat It, yang  menampilkan petualangan dari sudut pandang anak-anak dan kengerian dari hantu yang menculik anak-anak tersebut. Selain itu untuk kesan Dialog antar pemain, terutama antar anak-anak, terkesan menggunakan bahasa yang dewasa. Well, mungkin anak-anak jaman sekarang memang seperti itu? Siapa tahu?

Tapi meski begitu, ada bagian kocak nya dari bagian dialog tersebut, terutama untuk si Dinda yang suka membuat kata-kata lucu, dan juga anak-anak lainnya. Selain itu juga kuntilanak dalam versi film ini sangat unik. Mengapa? Karena ia muncul dan keluar dari balik CERMIN jadul yang berada di rumah kosong tersebut. Rasanya seperti The Ring ya?

 

Kesimpulan

 

Film Kuntilanak (2018) memiliki cerita yang unik dan berbeda yang berfokus pada kisah petualangan 5 anak-anak pemberani dan seorang kuntilanak. Ada beberapa point penting dalam film tersbut; 1) kuntilanak suka menculik anak-anak dan ia muncul dari dalam cermin  2) Kisahnya berfokus pada 5 anak-anak pemberani, 3) Orang dewasa dalam film ini seperti Lydia dan Glenn, dua orang dewasa yang harusnya bantuin anak-anak ini, yang pada akhirnya malah enggak ngebantu sama sekali.

Meski begitu,  penggambaran film kuntilanak (2018) memiliki ciri khas tersendiri yang beda dari film-film sebelumnya dan itu cukup bagus untuk ditonton. Film horor Indonesia memang perlu berinovasi ke sesuatu hal baru dan yang tentu saja menyegarkan dalam arti tidak membosankan baik dari segi cerita maupun efek dan Sounds pendukungnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.